Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), membantah keras isu yang menyebut dirinya berambisi memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Isu tersebut kembali mencuat usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, sebagai tersangka kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.
Menanggapi kabar tersebut, Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta perpanjangan masa jabatan.
“Jangan jadi framing jahat seperti itu. Gak baik,” ujar Jokowi dalam sebuah video berita pada Selasa (31/12/2024).
Isu ini turut menyeret nama PDIP, yang menuduh ada unsur politis dalam penetapan status tersangka Hasto.
Sebagai bentuk perlawanan, Hasto mengklaim memiliki video yang menyimpan berbagai kasus korupsi tokoh negara, termasuk tuduhan skenario perpanjangan masa jabatan Jokowi.
PDIP sebelumnya menjadi motor utama penolakan wacana tiga periode di DPR.
Hal ini memicu spekulasi konflik antara Jokowi dan partai berlambang banteng tersebut.
Jokowi sendiri dikabarkan berpindah dukungan ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Jokowi kembali menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.
“Tanyakan saja ke Ibu Mega, Mbak Puan, atau ke partai-partai. Kapan? Di mana? Atau siapa yang saya utus? Gak pernah ada,” tegasnya.
























































