dottcom.id – Saat azan magrib berkumandang, segelas minuman segar hampir selalu menjadi pilihan pertama untuk membatalkan puasa. Sensasi dingin dan manisnya takjil seolah langsung mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan haus.
Setiap Ramadan, kreasi minuman berbuka terus berkembang. Dari racikan tradisional hingga sentuhan modern, semuanya hadir meramaikan meja makan keluarga. Warna-warni sajian minuman menjadi pelengkap suasana hangat kebersamaan saat waktu berbuka tiba.
Minuman klasik seperti es buah, kolak, dan es campur tetap menjadi primadona. Perpaduan potongan buah segar, sirup, santan, dan susu kental manis menciptakan rasa manis yang akrab di lidah. Selain menyegarkan, bahan-bahannya mudah diperoleh sehingga banyak keluarga memilih meraciknya sendiri di rumah.
Di sisi lain, generasi muda mulai melirik variasi yang lebih modern. Es kopi susu gula aren, thai tea, hingga minuman berbasis matcha kerap menjadi alternatif berbuka. Bahkan, muncul perpaduan unik seperti es kurma latte atau jus kurma dengan cokelat yang menggabungkan cita rasa tradisional dan gaya kekinian.
Meski pilihan minuman begitu menggoda, ahli gizi mengingatkan agar konsumsi gula tetap dikendalikan. Minuman manis berlebihan bisa memicu lonjakan kadar gula darah yang tidak baik bagi tubuh. Takjil sebaiknya dipilih secukupnya, cukup untuk mengembalikan energi tanpa membebani kesehatan.
Pada akhirnya, berbuka puasa bukan sekadar soal rasa dan variasi menu. Yang lebih penting adalah momen kebersamaan yang tercipta—obrolan ringan, tawa keluarga, dan rasa syukur yang menyertai setiap tegukan pertama.























