Bisnis  

Smelter Tembaga Amman Asli Lokal, Bahlil: No Asing, No Aseng!

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat peresmian smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Senin (23/9). ©YouTube Sekretariat Presiden

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dengan bangga mengumumkan bahwa smelter tembaga milik PT Amman Mineral di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sepenuhnya dimiliki oleh pengusaha Indonesia.

Dalam peresmian yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Bahlil menegaskan bahwa smelter ini tidak melibatkan investor asing maupun BUMN, dengan slogan “No Asing, No Aseng“.

Smelter Amman ini menjadi smelter tembaga kedua terbesar di Indonesia setelah milik Freeport di Gresik, Jawa Timur.

Dibangun dengan investasi sebesar Rp 21 triliun, smelter ini mampu mengolah konsentrat tembaga menjadi 220 ribu ton katoda tembaga per tahun.

Bahlil menyebutkan bahwa ini adalah pencapaian besar bagi Indonesia dalam upaya hilirisasi sektor tembaga.

Ini adalah smelter pertama milik pengusaha nasional tanpa campur tangan asing. Saya bangga karena ini menunjukkan kemampuan kita untuk berdikari dalam industri ini,” ujar Bahlil.

Meskipun smelter ini baru akan beroperasi penuh pada Februari atau Maret 2025, Bahlil menyatakan bahwa PT Amman Mineral telah meminta izin untuk tetap mengekspor konsentrat tembaga dengan bea yang terjangkau hingga smelter beroperasi penuh.