Belanda Kembalikan 288 Artefak Bersejarah ke Indonesia

Pemerintah Indonesia menerima kepulangan 288 artefak bersejarah dari Belanda, termasuk beberapa arca dari Candi Singhasari di Jawa Timur.

Pengembalian ini merupakan bagian dari upaya repatriasi yang telah disepakati melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua negara pada tahun 2017.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Hilmar Farid, menyatakan bahwa artefak yang direpatriasi mencakup berbagai benda dari koleksi Puputan Badung yang diambil selama intervensi Belanda di Bali pada tahun 1906, serta arca-arca bersejarah dari Candi Singhasari.

Koleksi ini termasuk Arca Ganesha, Arca Brahma, Arca Bhairawa, dan Arca Nandi.

“Ini bukan sekadar tentang mengembalikan benda-benda, tetapi juga memahami dan menyebarkan pengetahuan tentang kekayaan sejarah dan budaya yang telah lama terpisah dari tanah air,” ujar Hilmar Farid.

Seluruh koleksi yang berhasil direpatriasi akan dikelola oleh Indonesian Heritage Agency dan akan dipamerkan dalam pameran di Museum Nasional Indonesia yang akan dibuka kembali pada 15 Oktober 2024.

Pameran ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat langsung artefak-artefak bersejarah yang telah kembali ke tanah air, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran dan apresiasi terhadap perjuangan dan kerja keras Indonesia dalam memulihkan warisan budayanya.