DPRD Jambi Gelar Audensi dengan Asosiasi Honorer, Bahas Penyelesaian Tenaga Honorer

Pertemuan Penting di Ruang Banggar DPRD Jambi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi menggelar audensi bersama Asosiasi Honorer se-Provinsi Jambi guna membahas penyelesaian persoalan tenaga honorer yang belum terdaftar dalam data base Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Banggar DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (17/1), dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz, memimpin jalannya pertemuan didampingi Wakil Ketua DPRD Ivan Wirata. Hadir pula Ketua Komisi IV DPRD Samsul Ridwan, Wakil Ketua Komisi IV Rusli Kamal Siregar, serta anggota DPRD lainnya.

8.500 Tenaga Honorer Menunggu Kepastian

Dalam pertemuan ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi memaparkan bahwa terdapat sekitar 8.500 tenaga honorer di Jambi. Sebagian dari mereka telah masuk dalam data base, sementara sebagian lainnya masih belum terdaftar, sehingga status mereka belum jelas.

Jumlah tenaga honorer yang cukup besar ini menuntut solusi konkret dari pemerintah daerah maupun pusat agar dapat memperoleh kepastian dalam status kepegawaian mereka.

Tuntutan Honorer: Gaji UMR hingga Pengangkatan PPPK Penuh Waktu

Dalam audensi ini, Asosiasi Honorer se-Provinsi Jambi menyampaikan beberapa tuntutan penting kepada DPRD. Mereka meminta gaji yang sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR), pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK, serta perubahan status dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

Selain itu, mereka juga menuntut keadilan dan kesetaraan bagi tenaga honorer yang telah memenuhi syarat agar mendapatkan prioritas dalam seleksi PPPK.

DPRD Jambi Siap Perjuangkan Aspirasi Honorer

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil rapat ini dengan langkah konkret.

“Dalam waktu dekat, kita akan melakukan konsultasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kita akan mulai dari perwakilan kita di DPR RI hingga kementerian terkait untuk memastikan perjuangan ini tidak berhenti di sini,” tegas Hafiz.

Pertemuan Ditutup dengan Lagu “Padamu Negeri”

Sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan DPRD dalam menampung aspirasi mereka, para tenaga honorer yang hadir dalam pertemuan ini menyampaikan terima kasih yang mendalam.

Di akhir pertemuan, seluruh peserta audensi, baik dari DPRD maupun Asosiasi Honorer, menutup rapat dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri” sebagai simbol semangat perjuangan dan pengabdian bagi negara.