19 Titik Rawan Jadi Fokus Satgas Gepeng, Pemkot Jambi Bergerak Cepat

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi membentuk Tim Terpadu Satuan Tugas Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (Satgas PPKS) guna menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang semakin marak di persimpangan jalan utama kota. Pembentukan tim ini menjadi langkah konkret Pemkot dalam menjaga ketertiban dan keindahan lingkungan kota.

Pelepasan Satgas dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Jambi, A. Ridwan, di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Sabtu (11/10). Sebanyak 120 personel gabungan dari Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Kasi Trantib Kecamatan dan Kelurahan akan diterjunkan di 19 titik rawan.

Ridwan menegaskan bahwa seluruh personel harus bekerja terorganisir dan maksimal untuk memastikan lingkungan kota tertib, terutama menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) II Apeksi yang akan dihadiri para wali kota dari berbagai daerah.

“Kita ingin Kota Jambi bisa menjadi contoh dalam penanganan masalah sosial di kota lain,” katanya.

Ia juga mengingatkan para lurah dan camat agar berperan aktif dalam pengawasan di lapangan. Menurutnya, keberhasilan tim di lapangan bergantung pada kekompakan dan loyalitas seluruh unsur yang terlibat.

“Kekompakan dan kebersamaan adalah kunci. Saya minta semuanya bekerja maksimal, kalau perlu tongkrongi titik-titik yang menjadi fokus terhadap gepeng ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menjelaskan bahwa pengawasan akan difokuskan di beberapa titik, antara lain Simpang JBC, Simpang BI, Simpang Kota Baru, Simpang Pulai, dan Simpang Bukit Baling.

“Tindakan persuasif akan dilakukan terlebih dahulu, namun penindakan tegas akan diberlakukan jika pelanggaran terus terjadi, termasuk pemulangan ke daerah asal,” ujarnya.

Yunita menyebut, penertiban ini dilakukan untuk menindaklanjuti keresahan masyarakat atas maraknya aktivitas meminta-minta, termasuk oleh ibu-ibu yang membawa anak kecil di jalanan. Ia juga menambahkan, tim akan bekerja setiap hari dengan pemantauan berkelanjutan.

“Dalam satu bulan ini akan kita terus pantau, dan lakukan tindakan secara persuasif terlebih dahulu. Intinya bagaimana setiap persimpangan itu bersih, tidak ada gepeng maupun pengemis,” katanya.

Selain menertibkan, Pemkot juga akan melibatkan Ketua RT di tingkat masyarakat untuk mendukung komunikasi dan pengawasan.

“Dalam hal ini kita juga akan mengaitkan Ketua RT, agar turut konsen terhadap warganya,” imbuh Yunita.

Menurut Ridwan, meningkatnya jumlah gepeng dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi.

“Akhir-akhir ini pertumbuhan gepeng turut menjadi perhatian oleh Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sehingga tim yang dilepas hari ini harus bekerja maksimal dan sesuai ekspektasi,” sebutnya.

Pemkot berharap langkah ini tidak hanya menertibkan jalanan kota, tetapi juga memberi efek jera dan rasa malu bagi pelaku.

“Semoga dengan berbagai tindakan ini, dapat memberikan efek jera dan mengentaskan permasalahan sosial di Kota Jambi, serta mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” tutup Ridwan.