UNJA dan Pemkot Jambi Jalin Kolaborasi Digitalisasi Pemerintahan

Transformasi digital dan tata kelola data bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang efisien dan responsif. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, saat menjadi narasumber utama dalam The 2nd International Seminar on Social, Government, and Politics (LOGIC), Selasa (15/7/2025), di UNIFAC Auditorium, Universitas Jambi.

Kolaborasi Akademik dan Pemerintah Hadapi Era Digital

Seminar internasional ini mengangkat tema “Social Statistics Methods and Data Governance in Social Sciences Perspective”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Jambi bekerja sama dengan Faculty of Public Administration, University of Ljubljana, Slovenia. Selain sebagai forum ilmiah, acara ini menjadi jembatan dialog strategis antara akademisi dan pemerintah dalam menghadapi tantangan sosial era digital.

Maulana Paparkan Visi Digitalisasi Kota Jambi

Dalam presentasinya berjudul “Tata Kelola Data dan Transformasi Digital di Kota Jambi”, Maulana menjelaskan visi besar digitalisasi sebagai bagian dari konsep “Kota Jambi Bahagia”. Menurutnya, kebijakan yang tepat sasaran hanya bisa lahir dari data yang akurat dan dikelola dengan baik.

“Kami membangun sistem berbasis data bukan hanya demi efisiensi, tetapi untuk menjamin keadilan sosial,” ujarnya.

Generasi Muda Jadi Fokus Program Pemerintah

Maulana menyampaikan bahwa 52 persen warga Kota Jambi berasal dari generasi produktif seperti Alpha, Z, dan Milenial. Pemerintah kota pun merancang program seperti Kartu Bahagia dan Kampung Bahagia sebagai bentuk layanan publik yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi ini.

Ia juga membuka ruang kritik konstruktif, dengan catatan harus berbasis data. “Kritik membangun harus berdasarkan data, karena data adalah kompas kami,” tegasnya.

Wamendagri Tekankan Humanisasi Data dalam Kebijakan

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, turut hadir dan menegaskan pentingnya empati dalam penggunaan data. Ia menekankan bahwa kebijakan tidak cukup hanya presisi, tapi juga harus manusiawi.

“Angka perlu dimaknai, bukan sekadar dihitung,” ujarnya, sambil mengajak pemerintah daerah bekerja sama dengan kampus untuk riset kebijakan.

UNJA dan Pemkot Jambi Teken Komitmen Kolaboratif

Dalam acara tersebut, dilakukan penandatanganan MoA dan Implementation Agreement antara Pemkot Jambi dan Fakultas Hukum UNJA. Ini menjadi simbol komitmen jangka panjang untuk membangun pemerintahan yang berbasis data dan digitalisasi hukum.

Kepala Bappeda Kota Jambi, Suhendri, menegaskan, “Ini bukan seremoni, tapi awal kerja kolaboratif nyata.”

Kampus Jadi Pilar Perubahan Tata Kelola Daerah

Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, menyebut seminar ini sebagai bentuk nyata kontribusi kampus dalam membangun tata kelola yang adaptif. Ia menekankan pentingnya data statistik sebagai dasar kebijakan, serta kesiapan SDM dalam mengelola teknologi.

“Tanpa SDM yang memahami nilai data, digitalisasi hanya akan jadi jargon,” tambahnya.

Kolaborasi Internasional Perkuat Arah Riset dan Kebijakan

Kehadiran University of Ljubljana, Slovenia melalui Assoc. Prof. Lan Umek dan Dejan Ravelj memperkuat jejaring internasional UNJA. Kerja sama ini membuka peluang riset dan pertukaran gagasan dalam bidang administrasi publik.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Politik, Dr. Rio Yusri Maulana, berharap hasil seminar bisa diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.