dottcom.id, Muara Sabak — grup sapi online TJT menjadi inovasi baru yang diluncurkan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjelang Idul Adha 2026. Program berbasis WhatsApp tersebut dibuat untuk membantu peternak memasarkan hewan kurban secara lebih mudah dan langsung kepada pembeli.
Inovasi digital itu hadir sebagai solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi peternak lokal, terutama sulitnya akses menuju pasar ternak yang menyebabkan posisi tawar peternak kerap lemah dan bergantung pada tengkulak.
Sekretaris Disbunak Tanjabtim, Sapura, mengatakan grup tersebut berfungsi sebagai penghubung langsung antara peternak dan konsumen tanpa melalui perantara.
“Dengan adanya grup ini, posisi tawar peternak menjadi lebih baik karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli tanpa perantara yang merugikan,” ujar Sapura saat dikonfirmasi media.
Melalui grup sapi online TJT, peternak cukup mengunggah foto maupun video ternak lengkap dengan informasi penting seperti estimasi berat badan, usia hewan, serta harga yang ditawarkan kepada calon pembeli.
Menurut Sapura, sistem tersebut diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sekaligus memperluas akses pasar bagi peternak di berbagai wilayah Tanjung Jabung Timur.
Saat ini, anggota grup masih terdiri dari kepala desa dan ketua kelompok peternak. Namun Disbunak berencana memperluas keanggotaan agar seluruh peternak dapat bergabung secara langsung.
Sapura menegaskan pemerintah daerah hanya bertindak sebagai fasilitator tanpa mengambil keuntungan dari transaksi yang terjadi di dalam grup tersebut.
“Tugas kami murni memfasilitasi tanpa ada biaya admin atau potongan apa pun. Transaksi selanjutnya silakan dilakukan langsung antara peternak dan pembeli. Kami tidak mengintervensi proses jual-beli tersebut,” tambahnya.
Meski pemasaran dilakukan secara daring, kualitas hewan ternak tetap menjadi prioritas utama. Disbunak memastikan setiap hewan yang dipasarkan melalui grup telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh mantri hewan di setiap kecamatan.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan memenuhi syarat syariat sebagai hewan kurban.
“Kami ingin peternak kita lebih profesional dengan posisi tawar yang kuat, sekaligus memberikan ketenangan bagi pembeli melalui jaminan ternak yang sehat dan layak,” tutup Sapura.
























































