Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meyakinkan masyarakat tentang rencana kenaikan gaji guru.
Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi X DPR bersama Mendikdasmen, Mendiktisaintek, dan Menbud di Kompleks DPR, Jakarta Pusat.
Mu’ti meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi, meskipun ia belum dapat mengungkapkan nominal kenaikan yang direncanakan.
Mu’ti menegaskan bahwa sudah ada rencana peningkatan kesejahteraan guru yang dianggarkan dalam rancangan alokasi 2025.
Saat ditanya mengenai siapa yang akan menikmati kenaikan gaji tersebut, ia menjelaskan bahwa perhitungan kesejahteraan guru, termasuk guru ASN dan non-ASN, sudah dimasukkan dalam anggaran.
Namun, untuk jumlah pasti dan penerapannya, masyarakat diminta bersabar hingga keputusan final diumumkan.
Isu ini mengemuka ketika Anggota Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mempertanyakan pernyataan Mendikdasmen mengenai gaji guru yang dinilai masih rendah.
Menurut Lalu, perlu kejelasan apakah kenaikan gaji sebesar Rp2 juta tersebut akan mencakup seluruh guru, termasuk guru honorer dan swasta.
Hal ini penting mengingat hasil survei terbaru dari IDEAS menunjukkan bahwa 74% guru honorer di Indonesia masih berpenghasilan di bawah Rp2 juta per bulan, dengan 20,5% di antaranya bahkan mendapatkan kurang dari Rp500 ribu.
Dalam menjawab kekhawatiran tersebut, Mu’ti memastikan bahwa kebijakan yang sedang dibahas akan mencakup upaya peningkatan kesejahteraan guru secara keseluruhan, baik ASN maupun non-ASN, namun menekankan bahwa semua harus menunggu pengumuman lebih lanjut.
























































