DOTTCOM.ID, Jambi – Penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu di Provinsi Jambi. Per Selasa (6/10/2026) pukul 19.00 WIB, tercatat 144 hotspot, turun dari 199 titik pada sehari sebelumnya.
Namun secara kumulatif sepanjang 2026, jumlah hotspot telah mencapai 12.106 titik. Total luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 6 Oktober 2026 juga mencapai 4.267,51 hektare.
Batanghari menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar, yakni 1.306,81 hektare. Berikutnya Tanjung Jabung Barat 666,45 hektare, Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Muaro Jambi 608,71 hektare, dan Sarolangun 508,55 hektare.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan setiap informasi hotspot menjadi perhatian untuk segera dicek di lapangan.
“Polda Jambi bersama seluruh stakeholder terus bersinergi dalam penanganan karhutla. Setiap informasi hotspot menjadi perhatian untuk segera dilakukan pengecekan di lapangan, sehingga potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas,” ujar Erlan.
Penanganan juga mencakup patroli, pemantauan, sosialisasi, pemadaman, hingga penegakan hukum. Per 6 Oktober, tercatat 90 kasus karhutla dalam proses hukum, terdiri dari 71 penyelidikan dan 19 penyidikan, dengan 18 orang tersangka.
























































