DOTTCOM.ID, Jambi – Karhutla masih menjadi perhatian serius di Provinsi Jambi. Hingga Selasa (6/10/2026) pukul 19.00 WIB, tercatat 12.106 hotspot sepanjang 2026 dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 4.267,51 hektare.
Kondisi udara juga menjadi perhatian. ISPU Kabupaten Muaro Jambi bahkan mencapai angka 617 pada 6 Oktober 2026. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata mendorong penanganan Karhutla diperkuat menjadi operasi terpadu.
“Fire Response, Smoke Response dan Health Response harus berjalan dalam satu operasi,” tutur Ivan.
Pada 6 Oktober pukul 00.00–16.00 WIB, tercatat 144 hotspot. Tanjung Jabung Timur menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 84 titik atau 58,3 persen, disusul Sarolangun dengan 36 titik.
Dua daerah tersebut menyumbang 120 hotspot atau sekitar 83,3 persen dari total hotspot pada periode tersebut.
Dari sisi luas lahan terbakar, Batanghari menjadi daerah dengan estimasi terbesar, yakni 1.306,81 hektare. Selanjutnya Tanjung Jabung Barat 666,45 hektare, Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Muaro Jambi 608,71 hektare, Sarolangun 508,55 hektare dan Tebo 403,76 hektare.
Ivan menilai penempatan personel dan peralatan harus mengikuti risiko aktual, bukan sekadar dibagi rata. Perubahan estimasi luas terbakar juga diminta tetap diverifikasi melalui data burn scar dan pengecekan lapangan.
























































