Kekeruhan Sungai Batanghari Capai 4.500 NTU, PDAM Tirta Mayang Siapkan Antisipasi

DOTTCOM.ID, Jambi – PDAM Tirta Mayang Kota Jambi menghadapi tantangan menjaga pasokan air bersih selama musim kemarau. Selain muka air Sungai Batanghari yang sempat turun hingga sekitar 60 sentimeter, perusahaan kini harus mengatasi kekeruhan air baku yang dalam beberapa hari terakhir mencapai 4.500 NTU.

Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, menjelaskan bahwa penurunan muka air sungai sempat menyulitkan pengambilan air baku. Operasional pompa membutuhkan ketinggian air yang memadai agar pengambilan air dapat berjalan dengan baik.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PDAM memperpanjang konstruksi pipa pada bagian pengambilan air atau intake serta menyiapkan pompa apung. Namun, setelah muka air sungai kembali meningkat akibat hujan di wilayah hulu beberapa waktu lalu, tingginya kekeruhan air baku menjadi tantangan baru.

“Kami telah melakukan berbagai antisipasi. Salah satunya membuat atau memperpanjang pipa. Selain itu, pada beberapa hari terakhir air Sungai Batanghari mengalami kekeruhan yang sangat parah mencapai 4.500 NTU,” kata Arianto, Jumat, 15 Oktober 2026.

Arianto menyebut tingkat kekeruhan air masih berubah-ubah. Angkanya sempat turun ke sekitar 2.500 NTU sebelum kembali meningkat.

Untuk membantu pelanggan yang mengalami kekurangan pasokan, PDAM menyiapkan penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki. Langkah ini dilakukan bersama upaya teknis untuk mengantisipasi perubahan kondisi sungai dan menjaga pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Jambi.

Informasi mengenai wilayah prioritas distribusi mobil tangki dan perkiraan waktu kondisi air kembali stabil belum disampaikan.