dottcom.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menggelar Apel Pembukaan Siaga SAR Khusus Lebaran Tahun 2026 sebagai langkah awal mengamankan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan Kantor Basarnas Jambi, Jumat (13/03).
Apel siaga dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Basarnas Jambi dan diikuti seluruh personel. Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun untuk memastikan kesiapan personel, peralatan utama, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kedaruratan selama masa libur panjang Lebaran.
Sebagai salah satu jalur transportasi penting di Pulau Sumatera, Provinsi Jambi menjadi perhatian khusus dalam pengamanan arus mudik. Oleh karena itu, Basarnas Jambi menyiapkan berbagai langkah antisipasi di sejumlah titik rawan kecelakaan maupun lokasi dengan potensi keramaian wisatawan.
Beberapa titik pemantauan yang menjadi fokus pengawasan di antaranya Bandara Sultan Thaha Jambi, pelabuhan penyeberangan di wilayah pesisir timur, serta jalur Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan wilayah menuju Kerinci dan Bungo.
Selain menyiagakan personel, Basarnas Jambi juga menempatkan berbagai alat utama pencarian dan pertolongan (alut) untuk mendukung operasi SAR selama masa siaga Lebaran.
Peralatan yang disiagakan antara lain KN SAR 414, Rigid Buoyancy Boat (RBB), Rigid Inflatable Boat (RIB), Rubber Boat, Rescue Car, Rescue Truck, serta peralatan ekstrikasi yang digunakan untuk penanganan kecelakaan lalu lintas.
Kepala Kantor SAR Jambi Adah Sudarsa menekankan pentingnya profesionalisme serta kewaspadaan tinggi dari seluruh personel selama masa siaga berlangsung.
“Tugas kita bukan sekadar bersiaga, tapi memberikan rasa tenang bagi masyarakat. Kita harus mampu memberikan respon yang cepat dan terukur jika terjadi kondisi yang membahayakan jiwa manusia. Pastikan semua peralatan dalam kondisi siap pakai 100%,” tegasnya.
Basarnas Jambi juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan keselamatan selama perjalanan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk menyimpan nomor darurat Emergency Call 115 yang dapat dihubungi apabila terjadi kondisi darurat selama perjalanan mudik.































