Bitcoin Naik Lebih dari 10% Menjelang Akhir September

Menjelang akhir bulan September, harga Bitcoin mengalami kenaikan signifikan lebih dari 10%.

Hal ini menjadi anomali karena biasanya bulan September merupakan periode yang kurang menguntungkan bagi aset digital ini.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, Bitcoin berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 10%, berbeda dengan tren penurunan rata-rata 5,9% yang terjadi setiap bulan September selama satu dekade terakhir.

Kenaikan harga Bitcoin ini dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang lebih longgar di Amerika Serikat dan beberapa bank sentral utama lainnya, termasuk Bank Sentral Eropa.

Kebijakan ini mendorong investor untuk membeli berbagai aset, termasuk Bitcoin, sebagai alternatif investasi yang lebih menguntungkan di tengah suku bunga yang rendah.

Hingga pukul 13.15 WIB, harga Bitcoin berada di kisaran USD 64.649,98, meskipun mengalami penurunan 1,3% dibandingkan perdagangan hari Minggu kemarin.

Namun, nilainya masih 1,4% lebih baik dalam sepekan terakhir.

Menurut Caroline Mauron, co-founder Orbit Markets, penyedia likuiditas untuk perdagangan derivatif aset digital, Bitcoin mencoba menembus zona USD 65.000 namun cenderung lebih sulit.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun September biasanya menjadi bulan yang menantang bagi Bitcoin, tahun ini justru memberikan salah satu keuntungan terbaiknya.

Selain Bitcoin, indeks koin yang lebih kecil juga mengalami lonjakan lebih dari 20%, menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang longgar tidak hanya menguntungkan Bitcoin tetapi juga pasar kripto secara keseluruhan.