CEO & Co-Founder Telegram Ditangkap, Toncoin (TON) Drop Rp41 Triliun

Feature Image Courtesy of Bitcoin.comNews

Paris, dottcom.id – Dunia teknologi dan kripto diguncang oleh berita penangkapan CEO dan Co-Founder Telegram, Pavel Durov, di Bandara Bourget, Paris.

Penangkapan ini dilakukan atas dugaan keterlibatan dalam berbagai tindak kriminal, termasuk terorisme, perdagangan, konspirasi, penipuan, dan pencucian uang.

Dikutip dari bloombergtechnoz.com, Insiden ini langsung berdampak signifikan pada nilai Toncoin (TON), aset digital yang terkait dengan Telegram.

Nilai pasar Toncoin anjlok sekitar Rp41 triliun (US$2,7 miliar), mencerminkan ketidakpastian yang melanda pasar kripto akibat penahanan Durov.

Harga Toncoin turun lebih dari 20% dan diperdagangkan pada US$5,67 pada Senin pagi di London.

The Open Network (TON), blockchain yang mendukung Toncoin, memiliki akses ke 900 juta pengguna bulanan Telegram melalui kemitraan mereka.

TON berusaha mengaktifkan layanan seperti pembayaran dalam aplikasi dan permainan, namun penahanan Durov menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan proyek ini.

Reaksi pasar menunjukkan ketidakpastian yang tinggi, dengan banyak investor yang mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penahanan ini terhadap Telegram dan ekosistem kripto secara keseluruhan.

Dukungan untuk Durov pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk komunitas kripto yang menggunakan tagar #FreePavel dan #FREEDUROV di media sosial.