PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), emiten yang mengelola ANTV melalui PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), menjelaskan alasan utama di balik pemutusan hubungan kerja (PHK) di stasiun televisi tersebut.
PHK terjadi sebagai dampak perubahan strategi perusahaan akibat disrupsi digital dan penerapan analog switched off (ASO).
Menurut Head of Investor VIVA, Arhya Winastu Satyagraha, ANTV sebelumnya memproduksi banyak konten sendiri, termasuk pertandingan liga sepak bola Indonesia.
Namun, dengan munculnya banyak stasiun televisi free to air (FTA) setelah ASO, ANTV beralih ke strategi efisiensi biaya dengan mengurangi produksi in-house dan lebih fokus mengakuisisi lisensi program.
Langkah ini dilakukan untuk mengubah struktur biaya dari tetap menjadi variabel, yang akhirnya memengaruhi divisi produksi.





















































