Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., dan Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam kunjungan kerja ke Kota Jambi, Rabu siang (20/8/2025). Hadir pula Plt. Kepala DPPKB Kota Jambi, M. Jaelani.
Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita
Dalam kunjungan ini, Wamen Ratu Ayu menaruh perhatian khusus pada balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Fokus tersebut menjadi bagian strategi nasional percepatan penurunan stunting, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Tinjau Warga dan Puskesmas Rawasari
Wamen menyambangi rumah Ibu Oktavia, warga RT 06 Kelurahan Beliung, yang sedang hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK). Ia juga mengunjungi Ibu Lusiana, warga RT 28 Kelurahan Rawasari, serta meninjau layanan imunisasi di UPTD Puskesmas Rawasari. Pada kesempatan itu, Wamen menyerahkan bantuan paket makanan bergizi kepada tiga ibu hamil.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Turut mendampingi, Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, Inspektur Utama BKKBN Ucok Abdulrauf Damenta, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, serta sejumlah pejabat provinsi dan kota. Wamen menjelaskan, kunjungan ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden, yaitu melihat langsung pelaksanaan program pemerintah di masyarakat serta memastikan peningkatan kualitas SDM.
Program MBG dan Genting untuk Cegah Stunting
“Presiden menaruh perhatian besar pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Program prioritas seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pemeriksaan kesehatan gratis ditujukan agar generasi Indonesia tumbuh sehat dan kuat,” ujar Ratu Ayu.
Wamen menekankan, pemberian makanan bergizi gratis adalah strategi penting memutus rantai stunting, terutama bagi ibu hamil dan baduta. Ia juga mengingatkan pentingnya peran suami sebagai ayah siaga dalam mendukung kesehatan istri.
Pentingnya ASI dan MPASI
Ratu Ayu juga menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif hingga usia dua tahun, dilanjutkan dengan MPASI sejak enam bulan. Edukasi ini sejalan dengan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sebagai pelengkap program MBG.
Ia berharap, prevalensi stunting Provinsi Jambi yang saat ini 19,8 persen dapat terus ditekan melalui kolaborasi daerah dan pusat. “Kalau ingin menyukseskan Indonesia Emas, harus dimulai dari keluarga,” tegasnya.
Inovasi Kota Jambi Tekan Stunting
Sementara itu, Wali Kota Maulana menjelaskan sejumlah inovasi Pemerintah Kota Jambi dalam menekan stunting. Pada 2023 prevalensi stunting berada di angka 13,5 persen, sedangkan pada 2024 turun menjadi 10,5 persen. Targetnya pada tahun mendatang turun hingga 8 persen.
Program Kolaboratif di Tingkat Kota
Menurut Maulana, berbagai program telah dijalankan lintas perangkat daerah. Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan ibu hamil, PDAM menambah layanan air bersih untuk warga berpenghasilan rendah, Dinas Perkim melaksanakan bedah rumah, sementara DLH mengelola sampah.
“Tujuan utamanya sama, menjaga kesejahteraan masyarakat sehingga angka stunting dapat ditekan melalui kerja kolaboratif lintas OPD dan stakeholder,” pungkasnya.
























































