Gubernur Jambi dan BI Resmikan GENTALA ARASI 2025, Dorong Percepatan Ekonomi Digital

Gubernur Jambi Al Haris bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali meresmikan pembukaan Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi (GENTALA ARASI) 2025 di Jambi Town Square (Jamtos), Jumat sore. Acara yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi ini menjadi momentum penguatan ekosistem ekonomi digital di daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Bank Indonesia, perbankan, dan pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi. Menurutnya, kemajuan teknologi telah membawa masyarakat Jambi ke pola transaksi yang lebih modern, praktis, dan efisien.

“Hari ini hampir semua layanan perbankan berbasis digital. Tantangan kita adalah memastikan semakin banyak masyarakat yang memahami manfaatnya, sehingga digitalisasi benar-benar dirasakan luas,” ujarnya.

Al Haris juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Jambi pada Triwulan II 2025 yang mencapai 4,99%, meski sektor pertambangan sempat melemah akibat hambatan distribusi batubara. Ia menekankan pentingnya mengembangkan sektor UMKM, perdagangan, dan pariwisata sebagai motor penggerak baru.

Di sisi lain, stabilitas harga menjadi perhatian utama. Gubernur menegaskan sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai lembaga terus dijaga agar inflasi terkendali.

“Jika harga kebutuhan pokok tidak stabil, daya beli masyarakat akan tertekan. Karena itu, pengendalian inflasi adalah kunci untuk menjaga kualitas hidup,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menekankan digitalisasi sebagai lompatan besar dalam sistem pembayaran. Ia menyebut, seluruh pemerintah daerah di Jambi telah terhubung secara digital, melampaui capaian nasional.

“Digitalisasi bukan hanya tentang transaksi, tapi juga perubahan pola pikir. QRIS menjadi tulang punggung pembayaran modern yang cepat, murah, mudah, aman, dan andal,” kata Ricky.

Hingga 2025, capaian digitalisasi di Jambi cukup signifikan. Tercatat 394 ribu merchant menggunakan QRIS dengan 596 ribu pengguna aktif, menghasilkan 18,7 juta transaksi senilai Rp2,4 triliun. Angka ini sudah melampaui target Bank Indonesia.

Kegiatan GENTALA ARASI 2025 mengusung tema “Digital Heritage, Digital Future”. Sebagai implementasi nyata, BI memperkenalkan sistem pembayaran QRIS di kawasan Candi Muaro Jambi, sehingga wisatawan dapat membayar tiket, membeli produk UMKM, hingga menikmati kuliner secara digital.

Ricky menutup dengan pernyataan inspiratif: “Ekonomi digital ibarat ribuan transaksi kecil yang saling terhubung, sama seperti batu-batu penyusun Candi Muaro Jambi. Dengan digitalisasi, kita ingin menyatukan, memudahkan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”