Wali Kota Maulana Sidak IPA Broni: Pastikan Air Bersih Mengalir 24 Jam

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dan Intake Pulau Pandan milik Perumda Air Minum Tirta Mayang (10/04).

Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Danau Sipin, Kecamatan Danau Sipin, sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait gangguan air bersih selama Idulfitri.

Pemantauan Sarana Vital Distribusi Air

Dalam pengecekan ini, Wali Kota dan rombongan memantau ruang Panel Pompa, Trafo, Gardu, hingga Genset.

Turut mendampingi Sekda A. Ridwan, Dirut Perumda Tirta Mayang Dwike Riantara, Dewan Pengawas, Asisten Sekda Amirullah, Kadis PUPR Momon Sukmana, Kabag Ekonomi dan SDA Hendra Saputra, Camat Danau Sipin Efrin, serta perwakilan PLN Jambi.

Kelistrikan Jadi Kunci Distribusi Air Bersih

Wali Kota Maulana menyoroti pentingnya ketersediaan listrik dalam menjaga kelancaran distribusi air. Ia menyampaikan bahwa meski memiliki peralatan canggih, semuanya tidak akan optimal tanpa dukungan listrik yang stabil.

“Gangguan kelistrikan adalah akar masalah distribusi air bersih. Ini hal serius dan harus segera dievaluasi menyeluruh,” tegas Maulana.

Komitmen Pemerintah: Air Bersih 24 Jam

Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban menyediakan air bersih secara konsisten.

Ia menyatakan kesiapannya melakukan segala upaya agar distribusi air tetap berjalan 24 jam, setiap hari, bukan hanya saat hari besar.

“Apapun akan kami lakukan demi menjamin air bersih terus mengalir ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Rapat Evaluasi Lintas Instansi

Usai pengecekan, Maulana memimpin rapat evaluasi bersama PLN, Perumda Tirta Mayang, dan Dewan Pengawas untuk menyusun langkah konkret.

Fokus utama adalah memperkuat daya dukung kelistrikan agar tidak lagi mengganggu produksi air bersih.

“Hasil diskusi hari ini menekankan bahwa prioritas harus diberikan pada kelistrikan sebagai tulang punggung produksi air,” jelasnya.

Permintaan Maaf kepada Masyarakat

Wali Kota Maulana menyampaikan permohonan maaf atas gangguan distribusi air saat Lebaran.

Ia mengaku memahami dampaknya dan berjanji akan melakukan pembinaan langsung sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) atas Perumda Tirta Mayang.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat Idulfitri,” katanya tulus.

Dorong Tata Kelola dan Program Sosial Perusahaan

Sebagai langkah jangka panjang, Maulana telah menginstruksikan Dirut Perumda Tirta Mayang untuk membangun tata kelola perusahaan yang baik.

Selain meningkatkan kinerja dan pendapatan, perusahaan juga diharapkan memperluas manfaat sosial lewat program CSR.

“Jika tata kelola membaik, Tirta Mayang akan berdampak lebih luas, tak hanya dari sisi layanan, tapi juga sosial,” tutupnya.