DOTTCOM.ID, Kota Jambi – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jambi memperkuat koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet menghadapi sejumlah agenda olahraga, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB 2028.
Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi Pengprov TI Jambi bersama pengurus KONI Provinsi Jambi di Sekretariat KONI Provinsi Jambi, Kota Jambi, Kamis. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan kepengurusan baru Pengprov TI Jambi periode 2026-2030 hasil Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) pada 17 Oktober 2026.
Rombongan Pengprov TI Jambi dipimpin Wakil Ketua I Budi Yako yang mewakili Ketua Umum Samsul Riduan, bersama jajaran pengurus. Kedatangan mereka diterima Sekretaris Umum KONI Provinsi Jambi, Dr Muhammad Ali, didampingi Wakil Ketua Dr Atri Widowati, Cecep Suryana, serta pengurus KONI lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pengprov TI Jambi menyampaikan rencana penyelarasan program pembinaan taekwondo dengan program KONI Provinsi Jambi. Langkah ini dinilai penting untuk membangun persiapan yang lebih terarah dalam menghadapi agenda olahraga tingkat daerah maupun nasional.
Budi Yako menyampaikan bahwa kepengurusan baru ingin membangun kebersamaan seluruh unsur taekwondo di Jambi. Menurut Budi, kemajuan cabang olahraga tersebut membutuhkan dukungan atlet, pelatih, wasit, pengurus, hingga dojang atau tempat latihan.
“Kami ingin membangun rumah besar taekwondo Jambi bersama-sama. Atlet, pelatih, wasit, pengurus hingga dojang harus menjadi satu kesatuan yang saling mendukung,” ujarnya.
Pengprov TI Jambi juga menyiapkan sejumlah fokus kerja, di antaranya pembinaan atlet secara berjenjang, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta memperluas kesempatan berkompetisi bagi atlet Jambi.
Selain pembinaan rutin, organisasi tersebut menyatakan kesiapan mendukung persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi XXIV Tahun 2027 di Tanjung Jabung Barat. Persiapan menghadapi Prakualifikasi PON 2027 dan PON XXII NTT-NTB 2028 juga menjadi bagian dari agenda yang disampaikan dalam audiensi.
Sekretaris Umum KONI Provinsi Jambi, Dr Muhammad Ali, menyambut baik pertemuan tersebut. KONI berharap taekwondo dapat menjadi salah satu cabang olahraga yang menyumbangkan medali bagi Provinsi Jambi pada kompetisi mendatang.
Muhammad Ali menekankan pentingnya pembinaan atlet secara berjenjang, peningkatan kemampuan pelatih dan wasit, serta persiapan atlet potensial untuk menghadapi berbagai kejuaraan. Penguatan pembinaan diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing atlet taekwondo Jambi.
KONI juga mengingatkan kepengurusan baru agar mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Konsolidasi dan soliditas internal dinilai penting agar program pembinaan dapat berjalan dengan baik.
Harapan peningkatan prestasi tersebut memiliki dasar dari capaian taekwondo Jambi dalam beberapa ajang sebelumnya. Pada PON 2024, taekwondo Jambi meraih satu medali perunggu. Sementara pada PON Bela Diri 2025, cabang olahraga ini berhasil membawa pulang satu medali perak dan satu perunggu.
Hasil tersebut menjadi catatan prestasi yang diharapkan dapat ditingkatkan pada PON 2028 mendatang. Untuk mencapai target tersebut, pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta kesempatan mengikuti kompetisi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperkuat.
Melalui audiensi ini, Pengprov TI Jambi dan KONI Provinsi Jambi berkomitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memajukan taekwondo di daerah. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga konsolidasi organisasi sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet potensial yang dapat bersaing di tingkat nasional.
Penguatan pembinaan taekwondo Jambi kini diarahkan untuk menghadapi Porprov 2027, Prakualifikasi PON 2027, hingga PON 2028.
























































