Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) tingkat Kota Jambi tahun 2025 di Aula Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD), Senin pagi (28/7/2024).
Pelatihan ini bertujuan mengembangkan kompetensi peserta agar memenuhi standar yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai aparatur sipil di masing-masing perangkat daerah.
Jabatan Pengawas sebagai Ujung Tombak Perubahan
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa mutu organisasi sangat ditentukan oleh kualitas pemimpin, termasuk pada level pengawas.
“Jabatan pengawas bukan sekadar formalitas struktural, melainkan ujung tombak perubahan dalam organisasi. Bukan hanya sebagai syarat administratif, tetapi menjadi titik tolak birokrasi yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pelayanan publik,” tegasnya.
Tiga Kunci Pelatihan: Kepemimpinan, Inovasi, dan Integritas
Wali Kota Maulana menekankan tiga hal penting dalam pelatihan ini: membangun jiwa kepemimpinan melayani, menguasai digitalisasi dan inovasi, serta menanamkan integritas dan keteladanan.
“Seorang pemimpin pengawas adalah pelayan publik. Tugas utamanya bukan hanya mengawasi, tetapi mengarahkan, menginspirasi, dan menyederhanakan birokrasi agar lebih responsif terhadap masyarakat. Digitalisasi, efisiensi, dan inovasi adalah kunci birokrasi modern. Jangan hanya jadi pengikut arus, jadilah lokomotif perubahan di unit kerja masing-masing,” ujarnya.
Potensi ASN Muda Jadi Modal Pembangunan
Wali Kota juga menyoroti tren usia ASN di lingkungan Pemkot Jambi yang banyak diisi generasi muda.
“Ini potensi besar karena mereka masih muda dan penuh semangat. Oleh karena itu, harus bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas, jangan malas,” ucap Maulana.
Ia optimistis potensi ASN muda akan memperkuat kepemimpinan Pemkot Jambi di masa mendatang, terutama untuk mewujudkan pembangunan Kota Jambi Bahagia.
“Maka dari itu, terus tunjukkan inovasi di tempat kerja masing-masing,” tambahnya.
Dorongan Loyalitas dan Keteladanan
Maulana juga mengingatkan agar peserta menunjukkan loyalitas, baik kepada pimpinan maupun instansi tempat bekerja.
“Sementara, bagi pemimpin, berikan keteladanan yang baik bagi generasi muda ini,” pesannya.
Ia menutup sambutannya dengan harapan agar peserta mengikuti pelatihan dengan semangat tinggi, keterbukaan pikiran, dan rasa ingin tahu yang besar.“Jadikan pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tapi investasi jangka panjang bagi karier, organisasi, dan masyarakat yang kita layani,” pungkasnya.
Pelatihan 104 Hari dengan Sistem Luring dan Daring
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Liana Andriani, menjelaskan pelatihan ini membangun kompetensi kepemimpinan pelayanan manajerial untuk memperkuat akuntabilitas aparatur sesuai peraturan perundang-undangan.
Pelatihan berlangsung selama 905 jam atau 104 hari, dengan sistem luring dan daring.
“Pelatihan dilaksanakan sejak 23 Juni hingga 29 Oktober, diikuti 30 peserta yang terdiri atas 8 lurah, 4 kepala seksi keuangan, 4 kepala seksi perangkat daerah, 13 kasubag perangkat daerah, dan 1 kepala UPTD,” jelasnya.
Sebagai apresiasi, akan diberikan 10 penghargaan bagi peserta terbaik, dengan pengajar dari BPSDM Provinsi, Kodim 0415/Jambi, dan jajaran Pemkot Jambi.
“Pelatihan ini mencakup evaluasi akademik, pembelajaran lapangan, aktualisasi kepemimpinan, dan pembinaan sikap,” tutup Liana.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Kepala BPSDM Provinsi Jambi Mubaroq Eldrin Hasip, Ketua Komite Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pelatihan Fachrurazi, serta para peserta PKP di lingkungan Pemkot Jambi.

























































