Gadget  

Strategi Apple Ganti Plus Berbuah Hasil, iPhone Air Lebih Populer

dottcom.id Perubahan strategi Apple mulai menunjukkan hasil yang sulit dibantah. Data terbaru mengungkap popularitas iPhone Air vs iPhone 16 Plus tidak lagi seimbang—model baru itu justru melesat jauh meninggalkan pendahulunya.

Laporan dari Ookla, yang mengolah data jaringan seluler termasuk penggunaan aplikasi Speedtest oleh pengguna iPhone, memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok. Estimasi ini dihitung berdasarkan jumlah sampel uji Speedtest yang dilakukan pada masing-masing perangkat.

Pada periode peluncuran iPhone 16 di akhir 2024, iPhone 16 Plus hanya mencatat sekitar 3% dari total penggunaan. Angka itu bahkan tertinggal dari iPhone 16 standar yang mencapai 5,9%, sementara varian Pro dan Pro Max mendominasi dengan 34% dan 56%.

Gambaran berubah cukup drastis dua tahun kemudian. Pada periode yang sama di 2026, iPhone Air justru mencatat 6,8% penggunaan. Lonjakan ini membuatnya hampir menyamai iPhone 17 standar.

Jika ditarik garis lurus, selisihnya tidak main-main. Penggunaan iPhone Air hampir tiga kali lipat dibandingkan iPhone 16 Plus, sekaligus menandai perubahan selera pasar yang sebelumnya kurang berpihak pada model alternatif seperti Mini dan Plus.

Kondisi ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa eksperimen Apple akhirnya menemukan titik yang lebih tepat. Model Air yang hadir dengan bodi super tipis tampaknya lebih mudah diterima dibandingkan pendekatan sebelumnya.

Menariknya, penyebaran pengguna iPhone Air tidak merata di semua wilayah. Data Ookla menunjukkan angka yang digunakan sebagai acuan utama berasal dari Amerika Serikat, namun performa model ini justru lebih kuat di sejumlah negara lain.

Di Korea Selatan, pangsa iPhone Air mencapai 11,2%. Popularitas serupa juga terlihat di Jepang, Swedia, hingga Singapura. Tren ini memperlihatkan bahwa daya tarik desain tipis punya resonansi kuat di pasar global tertentu.

Di sisi teknis, iPhone Air juga membawa peningkatan yang cukup signifikan. Modem C1X yang digunakan disebut mampu mendekati performa modem Qualcomm yang dipakai pada iPhone 17 Pro, khususnya dalam kecepatan unduh di jaringan 5G.

Kombinasi antara desain, performa, dan posisi produk tampaknya menjadi kunci. Dan kalau tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin model Plus benar-benar kehilangan tempatnya di lini iPhone.