DOTTCOM.ID, Kota Jambi — Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, meminta Pemerintah Kota Jambi tidak terlambat mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi kekeringan. Dua persoalan tersebut dinilai membutuhkan kesiapan sejak awal, terutama untuk melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan kebutuhan air bersih tetap mendapat perhatian.
Kemas mengingatkan bahwa dampak karhutla bukan hanya soal titik api. Asap yang masuk ke kawasan perkotaan dapat mengganggu kualitas udara dan berpengaruh terhadap kesehatan, khususnya anak-anak sekolah. Karena itu, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diminta terus memantau kondisi di lapangan.
“Yang menjadi perhatian kita saat ini ada dua. Pertama dampak karhutla yang berpengaruh terhadap kualitas udara, terutama bagi anak-anak sekolah. Karena itu, semua stakeholder harus bersama-sama memantau kondisi di lapangan,” ujar Kemas.
DPRD Kota Jambi juga berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Jambi, Forkopimda, dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melihat perkembangan situasi serta membahas langkah yang diperlukan. Kemas berharap pemantauan dan antisipasi tidak baru diperkuat setelah kualitas udara membahayakan masyarakat.
Di sisi lain, potensi kekeringan perlu diantisipasi dengan memetakan wilayah yang berisiko mengalami kesulitan air bersih. Kemas meminta pemerintah melibatkan berbagai pihak hingga tingkat RT dan menyiapkan distribusi air sebelum warga menghadapi kekurangan pasokan.
“Kita juga harus menyikapi kondisi musim kering ini. Ini harus melibatkan semua pihak sampai ke tingkat RT. Jangan sampai ketika masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air, baru kita bergerak,” ujarnya.
Kemas turut mengajak dunia usaha untuk berpartisipasi. Perusahaan yang memiliki kendaraan tangki air dapat membantu menyuplai air ke permukiman yang membutuhkan, termasuk kawasan pelosok.
Ia berharap kondisi udara segera membaik agar kegiatan belajar di sekolah dapat kembali normal. Namun, pemerintah tetap diminta menyiapkan skenario jika kualitas udara memburuk dan langkah distribusi air jika kekeringan mulai mengganggu kebutuhan warga.
DPRD Kota Jambi menyatakan akan terus berkomunikasi dan mengawasi langkah pemerintah. Bagi Kemas, keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas, sementara seluruh pihak perlu mengambil peran sesuai kewenangannya.
























































