Bisnis  

Nike Hadapi Krisis! Saham Merosot 19%, CEO Baru Elliott Hill Dihadapkan Tantangan Berat

Nike dilaporkan akan mengalami penurunan pendapatan terbesar sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Pendapatan perusahaan diperkirakan anjlok sebesar 11,5% menjadi $11,01 miliar pada kuartal ketiga 2025, menurut data dari LSEG.

Penurunan ini menjadi tantangan berat bagi CEO baru Nike, Elliott Hill, yang baru menjabat sejak Oktober 2024 setelah menggantikan John Donahoe.

Apa Penyebab Penurunan Tajam Ini?

Menurut laporan, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan kemerosotan kinerja Nike:

  1. Turunnya Minat Konsumen

Pengunduhan aplikasi Nike turun 35% dibandingkan tahun sebelumnya (data Sensor Tower).

Lalu lintas pelanggan di toko Nike merosot 11% (data Raymond James Financial).

  1. Dampak “Pesta Diskon”

Foot Locker, retailer terbesar Nike, menyebut dalam laporan keuangan bahwa strategi diskon besar-besaran yang diterapkan Nike merusak margin keuntungan.

Nike terpaksa mengadakan diskon besar untuk menghabiskan stok produk yang tidak laku.

  1. Produk Baru yang Gagal Menarik Minat Pasar

Produk-produk terbaru Nike tidak mampu menarik perhatian pembeli, khususnya di Amerika Serikat.

Konsumen AS lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk peralatan olahraga dan pakaian.

Adidas Justru Naik, Nike Terpuruk

Di saat Nike mengalami kemunduran, pesaing utama mereka, Adidas, justru mencatat kenaikan saham dalam periode yang sama.

Sejak 20 September 2024, saham Nike sudah turun 19%, menandakan kepercayaan investor yang mulai luntur terhadap strategi baru perusahaan.

Mampukah CEO Baru Elliott Hill Membalikkan Keadaan?

Nike saat ini sedang mencoba perubahan haluan ambisius di bawah kepemimpinan Elliott Hill. Namun, analis David Swartz dari Morningstar memperingatkan bahwa Nike butuh strategi yang lebih besar.

“Hanya satu atau dua produk baru yang menarik tidak cukup. Mereka butuh menciptakan kembali franchise besar seperti Air Jordan yang bisa menghasilkan miliaran dolar, dan itu butuh waktu bertahun-tahun,” ujar Swartz dikutip Reuters.

Tantangan Berat bagi Nike

Dengan penurunan pendapatan terburuk sejak pandemi Covid-19 pada 2020, Nike kini menghadapi ujian besar di bawah kepemimpinan baru. Mampukah Nike kembali bangkit dari keterpurukan, atau justru semakin tertinggal dari pesaingnya?