Perahu Ketek Terbalik di Sungai Limun, 6 Selamat dan 1 Orang Masih dalam Pencarian

dottcom.id – Kecelakaan air kembali terjadi di Kabupaten Sarolangun. Sebuah ketek terbalik Sungai Limun menyebabkan satu penumpang dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Monti, Kecamatan Limun, Sabtu (18/04) sekitar pukul 17.00 WIB. Perahu ketek yang mengangkut tujuh orang penumpang itu tengah menyeberang dari kawasan Bukit Bulan menuju Sarolangun. Saat melintasi aliran Sungai Limun, perahu diduga kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.

Enam penumpang berhasil menyelamatkan diri dari derasnya arus sungai. Mereka terdiri dari pengemudi, kernet, serta empat penumpang lain termasuk seorang anak. Sementara itu, satu penumpang bernama Midin Torik (38) dinyatakan hilang setelah diduga terseret arus.

Informasi kejadian ketek terbalik Sungai Limun ini diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi dari Camat Limun, Masri, pada Minggu pagi (19/04). Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung diberangkatkan ke lokasi dengan kekuatan tujuh personel serta dilengkapi peralatan penyelamatan air.

“Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 17.00 WIB dan langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait di lapangan. Personel telah melakukan penyisiran awal di sekitar titik lokasi kejadian menggunakan LCR (Landing Craft Rubber),” tulis laporan resmi tersebut.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Sarolangun, kepolisian sektor setempat, Babinsa, PMI, pemadam kebakaran, Dinas Sosial, hingga warga sekitar yang turut membantu penyisiran.

Hingga Minggu petang, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Cuaca berawan serta keterbatasan pencahayaan menjadi pertimbangan penghentian sementara operasi. Tim SAR berencana melanjutkan pencarian pada Senin pagi dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Insiden ketek terbalik Sungai Limun ini kembali menjadi pengingat akan risiko transportasi air di wilayah tersebut, terutama saat kondisi arus sungai tidak bersahabat.

Adapun enam korban selamat dalam kejadian ini masing-masing Supi selaku pengemudi, Pian sebagai kernet, serta penumpang Irodat, Erni, Resnita, dan seorang anak perempuan.