dottcom.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Thaha Jambi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pasang laut (rob) yang diperkirakan terjadi di wilayah pesisir timur Jambi. Masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan ini berlaku untuk periode 23 hingga 26 Maret 2026, seiring adanya fenomena astronomi yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu genangan di kawasan pesisir, terutama di permukiman warga.
“Terdapat potensi banjir Rob di wilayah perairan Timur Jambi akibat fase bulan baru dan fase perigee,” tulis Forecaster On Duty BMKG Jambi, Benedy Fajar di Jambi, Minggu.
Benedy Fajar menjelaskan bahwa kombinasi fase bulan baru—ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari—serta fase perigee, yaitu saat bulan berada pada titik terdekat dengan bumi, dapat meningkatkan gaya tarik gravitasi terhadap air laut.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pasang air laut lebih tinggi dibandingkan kondisi normal, sehingga meningkatkan risiko terjadinya banjir rob di wilayah pesisir timur Jambi.
Meski demikian, BMKG memastikan kondisi gelombang laut di kawasan tersebut relatif aman. Berdasarkan pemantauan, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kategori tenang hingga rendah dalam sepekan ke depan.
“Dalam seminggu ke depan tinggi gelombang di perairan Timur Jambi di perkirakan dalam kategori tenang hingga rendah mulai (0.1 meter hingga 1.5 meter,” jelasnya.
Ketinggian gelombang yang berkisar antara 0,1 hingga 1,5 meter dinilai masih cukup kondusif untuk aktivitas pelayaran skala kecil maupun nelayan tradisional.
Meski kondisi laut relatif bersahabat, masyarakat pesisir tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi genangan akibat pasang air laut yang bisa terjadi sewaktu-waktu selama periode tersebut.
Sumber : Antara Jambi










