Bupati Kabupaten Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), secara resmi melantik 56 pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati pada Jumat sore (13/6/2025). Pelantikan ini menjadi langkah awal pemerintahan BBS dalam menata manajemen birokrasi untuk lima tahun ke depan.
Jabatan Adalah Amanah, Bukan Penghargaan
Dalam sambutannya, Bupati BBS mengingatkan bahwa jabatan bukanlah bentuk penghargaan semata, melainkan sebuah amanah besar. “Jabatan adalah tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tapi juga kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegasnya.
Dukungan Nyata untuk Visi Merata 2025-2029
Bupati menekankan pentingnya peran pejabat baru sebagai ujung tombak untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Muaro Jambi. Masa jabatan ini disebut sebagai periode krusial untuk melaksanakan arah kebijakan dalam RPJMD, yang harus dicapai dengan kerja nyata, inovasi, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
56 Pejabat Dilantik, Sejumlah Posisi Strategis Masih Kosong
Pelantikan ini mencakup dua pejabat pimpinan tinggi pratama, 21 pejabat administrator, 16 pejabat pengawas, dan 19 pejabat fungsional. Namun, sejumlah posisi kepala dinas strategis masih belum terisi, seperti Kepala Dinas Perkim, Dinas Perkebunan dan Peternakan, BPBD, Damkar, Kesbangpol, Bappeda, BKD, Asisten I & II, serta Staf Ahli.
Seleksi Ketat Berdasarkan Profil Kompetensi dan Loyalitas
Bupati BBS menjelaskan bahwa seluruh proses penempatan pejabat dilakukan melalui seleksi ketat dan profiling menyeluruh. “Kami menilai berdasarkan kompetensi, loyalitas, manajerial, dan rekam jejak. Ini bukan proses yang asal tunjuk,” katanya.
Kerja Cepat, Inovatif, dan Kompak Jadi Kunci Keberhasilan
Bupati juga berpesan agar para pejabat membentuk tim kerja yang solid dan menunjukkan kinerja luar biasa. Ia menegaskan bahwa ukuran kinerja akan menjadi tolok ukur utama dalam evaluasi ke depan. “Saya hanya minta satu: jaga kekompakan, bentuk tim yang solid, dan bekerja sungguh-sungguh,” katanya.
Penyegaran untuk Efektivitas Pemerintahan
Sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi, BBS juga menyampaikan apresiasi terhadap pejabat yang telah purna tugas atau terkena rotasi. Menurutnya, pergeseran posisi adalah hal wajar dalam pemerintahan guna menjawab dinamika dan tantangan pembangunan yang kian cepat berubah.
























































