Telago Kajang Lako Disiapkan Jadi Solusi Banjir dan Wisata Air Kota Jambi

dottcom.id – Pemerintah Kota Jambi terus memacu pembangunan kolam retensi pengendali banjir di Kawasan Griya Lingga Permai, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru. Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2026 sesuai tahapan yang telah direncanakan.

“ Kami berharap masyarakat juga turut mendoakan agar pengerjaan nya bisa berjalan lancar, dan selesai tepat waktu, karena ini adalah mimpi kita bersama,” pungkas Wali Kota Jambi Maulana.

Pembangunan kolam retensi ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam menjalankan visi Kota Jambi Bahagia melalui Program Kota Tangguh. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa yang bersih, aman, harmonis, agamis, inovatif, dan sejahtera di bawah kepemimpinan Maulana–Diza.

Proyek kolam retensi merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kota Jambi. Skema kerja bersama ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan kawasan perkotaan.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Wali Kota Jambi Maulana meninjau langsung lokasi pembangunan kolam retensi Telago Kajang Lako pada Rabu sore (4/2/2026). Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Jambi Maulana didampingi kepala perangkat daerah serta jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

“Hari ini saya berada di kawasan rencana pembangunan kolam retensi di Telago Kajang Lako di kawasan yang pembebasan lahannya sudah selesai, dengan luas lahan 3,1 hektar dan ada 80 tumbuk lahan milik Pemerintah Provinsi atau 0,8 hektar,” kata Maulana.

Maulana menyampaikan bahwa sejumlah alat berat telah mulai beroperasi sebagai bagian dari tahap awal pekerjaan pengendalian banjir. Menurut Maulana, kolam retensi Telago Kajang Lako juga dirancang memiliki nilai tambah sebagai destinasi wisata air bagi masyarakat.

“ Mudah-mudahan langkah ini bisa bermanfaat besar, terutama bagi masyarakat sepanjang aliran sistem asam. Karena diprediksi adanya kolam retensi ini bisa mengurangi banjir 60 persen,” jelasnya.

Danau buatan tersebut direncanakan berada pada titik terendah sistem aliran air dengan kedalaman sekitar tiga hingga empat meter. Keberadaan kolam retensi ini diharapkan tidak hanya menekan risiko banjir, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi kawasan sekitar.

Pemerintah Kota Jambi berharap dukungan seluruh pihak terus mengalir agar setiap tahapan pembangunan berjalan lancar, sehingga target penyelesaian pada 2026 dapat tercapai dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat luas.