Daihatsu: Dari Hatsudoki Seizo hingga Menjadi Anak Perusahaan Toyota

Daihatsu Motor Co., Ltd., yang didirikan pada tahun 1907, awalnya dikenal sebagai Hatsudoki Seizo Co., Ltd.

Perusahaan ini berfokus pada produksi mesin pembakaran dalam skala kecil untuk keperluan industri dan pertanian.

Pada tahun 1930, Daihatsu mulai memproduksi mobil kecil, yang menjadi langkah penting dalam sejarah perusahaan.

Pada tahun 1967, Toyota Motor Corporation mulai menjadi pemegang saham utama Daihatsu.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah Jepang untuk membuka pasar domestik.

Toyota pertama kali didekati oleh Sanwa Bank, bankir Daihatsu, yang melihat potensi kolaborasi antara kedua perusahaan.

Pada tahun 1995, Toyota meningkatkan kepemilikan sahamnya di Daihatsu dari 16,8 persen menjadi 33,4 persen.

Langkah ini memungkinkan Toyota untuk memiliki hak veto dalam resolusi pemegang saham pada pertemuan tahunan.

Pada tahun 1998, Toyota kembali meningkatkan kepemilikannya menjadi 51,2 persen, menjadikan Daihatsu sebagai anak perusahaan mayoritas.

Akhirnya, pada bulan Agustus 2016, Daihatsu secara resmi menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation.

Kepemilikan penuh ini memungkinkan Daihatsu untuk memanfaatkan sumber daya dan teknologi Toyota secara lebih efektif, serta memperkuat posisinya di pasar otomotif global.