dottcom.id – Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia meraih posisi runner up AFC Futsal 2026 dinilai menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, menegaskan pencapaian tersebut bukan titik akhir, melainkan pemantik untuk terus berbenah demi menembus persaingan level dunia.
“Tentu ini adalah penyemangat bagi kami untuk terus berbenah. Inilah level dunia. Jadi kalau kita bicara futsal mau ke level dunia, ya ini tantangan-tantangannya,” ucap Michael.
Michael menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan federasi. Menurut Michael, pembenahan menyeluruh menjadi kunci agar Timnas Futsal Indonesia mampu berbicara lebih jauh di panggung internasional.
“Tapi kami optimis dengan dukungan dari pemerintah, dari Kemenpora, dari PSSI, kami juga di futsal tentu akan kembali terus berbenah. Masih banyak PR yang harus kita lakukan ke depan,” katanya melanjutkan.
Terkait hasil di AFC Futsal 2026, Michael menyampaikan rasa bangga terhadap perjuangan tim. Apresiasi juga diberikan kepada para suporter yang terus mengawal perjalanan Mochammad Iqbal dan rekan-rekan sejak awal turnamen.
“Kami dari federasi tentu sangat bangga. Tidak berkurang sedikitpun kebanggaan kami terhadap Timnas, bahkan bertambah berkali lipat,” ucapnya.
Michael juga menegaskan dukungan suporter memiliki peran besar dalam perjalanan Timnas Futsal Indonesia. Menurut Michael, dukungan tersebut tidak hanya terasa pada laga puncak, tetapi sudah mengiringi langkah tim sejak kompetisi-kompetisi sebelumnya.
“Kami juga sangat berterima kasih kepada para suporter yang terus mengawal, bukan hanya di laga ini tapi dari awal, bahkan dari kompetisi-kompetisi sebelumnya,” ujarnya.
Timnas Futsal Indonesia harus puas finis di posisi kedua setelah kalah adu penalti dari Iran pada partai final AFC Futsal 2026. Laga yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2), berakhir imbang 5-5 hingga babak perpanjangan waktu sebelum ditentukan melalui adu penalti dengan skor 4-5.
Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru perjalanan futsal nasional. Sejak debut di Piala Asia Futsal 2002, Indonesia kerap terhenti di fase grup. Pada edisi perdana tersebut, Indonesia mencatat kemenangan besar 6-0 atas China, imbang melawan Kirgistan, serta menelan kekalahan dari Jepang dan Kuwait.
Dalam delapan keikutsertaan berikutnya, Indonesia kembali gagal melangkah jauh dan hanya bertahan di fase grup. Sejarah baru mulai terukir pada Piala Asia Futsal 2022 ketika Indonesia untuk pertama kalinya menembus perempat final, meski akhirnya kalah tipis 2-3 dari Jepang.
Indonesia sempat absen pada Piala Asia Futsal 2016 akibat sanksi, gagal lolos pada edisi 2018, serta tidak tampil pada 2020 karena turnamen dibatalkan akibat pandemi COVID-19. Pada Piala Asia Futsal 2024, Indonesia juga gagal melewati babak kualifikasi.
Kebangkitan signifikan terjadi pada AFC Futsal 2026. Indonesia lolos dari fase grup sebagai runner up Grup C dan melaju hingga final, mencatatkan prestasi terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang Asia.
Di bawah arahan Hector Souto, Timnas Futsal Indonesia terus menorehkan capaian penting. Indonesia sukses meraih medali emas SEA Games 2025 dan menjuarai Piala AFF Futsal 2024. Kontrak Hector Souto yang berlangsung hingga 2028 menjadi bagian dari upaya jangka panjang mengejar mimpi tampil di Piala Dunia Futsal 2028.





