dottcom.id – Lubang di jalan sering kali dianggap sepele—sampai kendaraan mulai melambat atau kecelakaan terjadi. Di Batang Hari, kondisi seperti ini mulai dikejar sebelum dampaknya meluas, terutama saat perbaikan jalan Batang Hari dipercepat menjelang Ramadan dan arus mudik.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mulai mengerjakan sejumlah titik kerusakan yang dinilai paling mendesak. Fokus utamanya sederhana tapi krusial: menutup lubang-lubang yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Pekerjaan dilakukan dengan sistem swakelola oleh tim teknis di lapangan. Metode yang digunakan bersifat spot atau penanganan langsung pada titik kerusakan, bukan perbaikan menyeluruh dalam satu ruas.
Salah satu pengawas di lapangan, Eliezer Manuel, menyebut pekerjaan dilakukan bertahap dengan skala prioritas yang jelas.
“Kami terus berupaya memperbaiki beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan agar masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. Apalagi saat ini memasuki bulan Ramadan, aktivitas masyarakat meningkat dan dalam waktu dekat juga akan menghadapi arus mudik,” ujar Eliezer.
Secara teknis, pekerjaan yang sedang berjalan mencakup penanganan sekitar 500 meter titik kerusakan yang tersebar di beberapa lokasi. Angkanya mungkin terlihat kecil, tapi efeknya tidak bisa dianggap remeh.
Dengan titik-titik kritis tersebut ditangani, kondisi jalan yang sebelumnya bermasalah kini kembali fungsional. Dampaknya terasa pada jalur yang lebih panjang—sekitar 15 kilometer—yang kembali nyaman dilalui.
Di tengah pelaksanaan, ada tantangan tambahan. Pekerjaan dilakukan saat bulan puasa, ketika ritme kerja biasanya berubah. Namun tim di lapangan tetap menjalankan tugas sesuai target.
“Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam menunjang kelancaran aktivitas selama Ramadan hingga menjelang Lebaran,” tambah Eliezer.
Perbaikan jalan Batang Hari ini tidak hanya soal kenyamanan. Ada kepentingan yang lebih luas—mengurangi risiko kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut.
Meski begitu, pekerjaan di lapangan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah daerah mengingatkan pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintas di sekitar area perbaikan.















































