dottcom.id – Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir membuka kegiatan Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko yang digelar di Gedung Pertemuan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (13/01/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Penerapan SPIP dan manajemen risiko dinilai selaras dengan visi dan misi daerah, khususnya Panca Cita Misi ke-4, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang maju dengan tujuan peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi.
Dalam sambutannya, Junaidi H. Mahir menegaskan bahwa tantangan tata kelola pemerintahan saat ini semakin kompleks. Pemerintah daerah, menurut Junaidi H. Mahir, tidak cukup hanya bekerja keras, tetapi juga harus bekerja secara akuntabel dan transparan agar setiap penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran.
“Penerapan SPIP dan manajemen risiko bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan secara tepat sasaran,” ujar Junaidi H. Mahir.
Junaidi H. Mahir juga menekankan peran strategis SPIP sebagai instrumen pengendalian. “SPIP adalah ‘benteng’ kita, di dalamnya terdapat manajemen risiko yang membantu kita memetakan hambatan sebelum masalah itu terjadi. Ibarat mengarungi Sungai Batanghari, kita harus tahu di mana arus yang deras dan di mana pasang yang tenang agar perahu pemerintahan kita sampai ke tujuan dengan selamat,” kata Junaidi H. Mahir.
Pada kesempatan tersebut, Junaidi H. Mahir menyampaikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran perangkat daerah. Kepala organisasi perangkat daerah diminta memahami peran sebagai pemilik risiko dan tidak sepenuhnya melimpahkan tanggung jawab SPIP kepada staf teknis.
“Kepala OPD adalah risk owner atau pemilik risiko. Jangan melimpahkan tanggung jawab SPIP sepenuhnya kepada staf teknis. Pahami risikonya, kendalikan prosesnya. Pastikan sasaran strategis di masing-masing OPD selaras dengan RPJMD. Jangan ada program yang tidak memiliki indikator keberhasilan yang jelas,” tegas Junaidi H. Mahir.
Selain itu, Junaidi H. Mahir menyoroti pentingnya optimalisasi peran Inspektorat sebagai penjamin mutu dan mitra konsultasi bagi OPD. Inspektorat diharapkan mampu memberikan deteksi dini atau early warning system guna mencegah potensi penyimpangan sejak awal.
Menurut Junaidi H. Mahir, tujuan akhir dari penerapan SPIP dan manajemen risiko adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat Muaro Jambi. Sistem pengendalian yang kuat diyakini akan memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Junaidi H. Mahir secara resmi membuka kegiatan sosialisasi tersebut. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Sosialisasi SPIP dan Manajemen Risiko di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujar Junaidi H. Mahir.
























































