PSSI Cetak Sejarah, NDRC Indonesia Diakui FIFA, Pertama di Asia

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menorehkan sejarah baru.

National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia resmi mendapatkan pengakuan dari FIFA, menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia yang berhasil meraih status tersebut.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini.

“Kerja keras Ketua dan Wakil Ketua NDRC, dengan dukungan penuh PSSI dalam proses pemenuhan persyaratan, komunikasi, dan verifikasi dengan FIFA sejak Mei 2024, akhirnya diakui,” ujarnya.

Pengakuan ini, menurut Erick, menjadi bukti langkah maju PSSI dalam mengadopsi standar internasional, khususnya dalam pengelolaan kontrak pemain profesional di Liga 1.

Sebagai lembaga arbitrase, NDRC memiliki peran penting dalam menyelesaikan sengketa antara klub, pemain, dan pelatih.

Lembaga ini juga memastikan stabilitas kontrak di tengah dinamika sepak bola nasional.

Sejak musim 2023/24, PSSI mulai menerapkan aturan salary cap di Liga 1 sebagai upaya menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai mampu mencegah kebangkrutan klub akibat pengeluaran yang tidak terkendali.

“Saya berharap pengakuan ini semakin mendorong PT Liga Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas liga. Dunia memperhatikan kita, jadi perbaikan harus terus dilakukan,” tegas Erick.

Pengakuan dari FIFA ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak Mei 2024.

PSSI harus melalui tahapan verifikasi ketat untuk memenuhi kriteria Prinsip-Prinsip Pengakuan FIFA.

Dengan pencapaian ini, Indonesia kini sejajar dengan negara-negara Eropa seperti Belgia, Inggris, Prancis, dan Irlandia yang lebih dulu mendapatkan status prestisius tersebut.

“Kami bangga, tetapi ini baru langkah awal. Profesionalisme sepak bola Indonesia harus terus ditingkatkan,” tambah Erick.

Ia juga menilai pengakuan ini sebagai peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional dan memperluas kerja sama global.

Pengakuan dari FIFA bukan hanya prestasi, tetapi juga tanggung jawab besar bagi sepak bola Indonesia.

Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI untuk terus mendukung perlindungan bagi klub, pemain, dan pelatih di Tanah Air.

“Kami ingin sepak bola Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga dihormati. Dengan standar internasional, kita bisa membuktikan bahwa sepak bola Indonesia mampu bersaing di level global,” tutup Erick.

Dengan pengakuan ini, PSSI berharap dapat membuka babak baru dalam perjalanan sepak bola nasional, sekaligus membangun fondasi yang kokoh untuk meraih kesuksesan di kancah internasional.