SuperBank Indonesia, bank digital yang merupakan bagian dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) secepatnya tahun ini.
Rencana initial public offering (IPO) ini diungkapkan oleh sumber anonim yang menyebutkan bahwa bank tersebut berpotensi mengumpulkan dana segar sebesar US$200 juta hingga US$300 juta (sekitar Rp3,25 triliun-Rp4,88 triliun).
SuperBank, yang berbasis di Jakarta, diperkirakan mengincar valuasi hingga US$1,5 miliar hingga US$2 miliar (sekitar Rp24,41 triliun-Rp32,55 triliun) dari IPO tersebut.
Bank ini didukung oleh platform aplikasi Grab Holdings Ltd, Singapore Telecommunications Ltd (Singtel), dan KakaoBank Corp.
Awalnya, SuperBank didirikan pada tahun 1993 dengan nama PT Bank Fama International.
Menurut sumber tersebut, diskusi mengenai IPO ini masih dalam tahap awal, sehingga rincian seperti target dana dan valuasi masih bisa berubah.
Perwakilan Emtek dan Singtel belum memberikan tanggapan, sementara Grab dan KakaoBank menolak berkomentar.
Ekaputra Aditya, Kepala Keuangan dan Hubungan Investor SuperBank, mengatakan bahwa pihaknya “tidak dapat mengomentari rumor atau spekulasi.”
Sebagai bagian dari Emtek, SuperBank memiliki dukungan dari perusahaan induk yang beroperasi di berbagai sektor, termasuk media, teknologi, layanan kesehatan, dan infrastruktur digital.
Meski saham Emtek turun sekitar 8% dalam 12 bulan terakhir, perusahaan ini masih memiliki nilai pasar sebesar US$1,9 miliar.


