DOTTCOM.ID, Kota Jambi – Pemerintah Kota Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberagaman budaya melalui pembukaan Minang Festival Jambi 2026 yang digelar perdana di Taman Banjuran Budayo, Kamis malam (4/6/2026).
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., secara resmi membuka festival budaya tersebut yang berlangsung mulai 4 hingga 6 Juni 2026.
Minang Festival Jambi 2026 menjadi ajang promosi budaya, kuliner, dan produk usaha masyarakat Minangkabau dengan melibatkan 43 tenant UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan khas Sumatera Barat dan daerah lainnya.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan Tari Pasambahan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Selain itu, pertunjukan tambua, silek tuo, hingga tari piring turut memukau para pengunjung yang memadati lokasi festival.
Wali Kota Jambi Maulana mengaku terkesan dengan semangat masyarakat Minang dalam menjaga dan melestarikan budaya di Kota Jambi.
“Selaras dengan nama taman ini, Banjuran Budayo yang berarti jajaran budaya. Tempat ini merupakan wadah bagi para penggiat seni dalam rangka pelestarian budaya. Pemerintah Kota Jambi selalu mendukung seluruh kegiatan-kegiatan yang bersifat positif tanpa memandang suku dan budaya, siapa saja dapat memanfaatkan taman ini,” ujar Maulana.
Menurut Maulana, masyarakat Minang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Kota Jambi, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.
“Dengan banyaknya nilai-nilai budaya pada kegiatan ini, menunjukkan betapa kayanya budaya Minangkabau yang harus terus dilestarikan,” ujar Maulana.
Selain menjadi wadah pelestarian budaya, Minang Festival Jambi 2026 juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang positif melalui keterlibatan puluhan pelaku UMKM.
“Di festival ini kita melihat berbagai produk kuliner khas Minang mulai dari sate, pical, gulai dan berbagai makanan tradisional lainnya. Kehadiran 43 tenant UMKM ini tentu memberikan dampak ekonomi yang luar biasa. Pemerintah Kota Jambi sangat terbuka untuk mendukung kegiatan seperti ini agar terus berkembang,” ucapnya.
Maulana juga menyebut festival tersebut menjadi ruang silaturahmi bagi para perantau Minang yang tinggal di Kota Jambi.
“Malam ini baru malam pertama dan masih ada 2 malam lagi. Suku Minangkabau merupakan kelompok terbesar di Kota Jambi. Melalui Minang Fest ini, para perantau minang yang ada di Kota Jambi dapat berkumpul untuk melepas rindu dan bersilaturahmi,” kata Maulana.
Dalam kesempatan itu, Maulana turut mengungkapkan rencana pengembangan ruang publik baru seluas sekitar 9 hektare di kawasan Danau Selincah-Kajang Lako yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi kreatif, seni budaya, hingga festival UMKM.
“Insyaallah akhir tahun nanti kita memiliki kawasan ruang publik baru seluas sekitar 9 hektare di kawasan Danau Selincah-Kajang Lako. Di sana akan tersedia area terbuka untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk festival UMKM seperti ini. Akan ada jogging track sepanjang 1,4 kilometer, taman, jembatan ikonik hingga berbagai fasilitas wisata air yang akan menjadi daya tarik baru Kota Jambi,” jelasnya.
Maulana berharap Minang Festival Jambi 2026 dapat menjadi agenda tahunan sekaligus masuk dalam kalender pariwisata Kota Jambi.
“Kita harus terus menjaga harmoni, persatuan dan kebersamaan. Saya berharap Minang Market Festival dapat menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender pariwisata Kota Jambi sehingga semakin dikenal luas oleh masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.


















